Filsafat Pendidikan Research Daily news

Filsafat Pendidikan Berdasarkan John Locke dan Ruben Dewey

Pendahuluan

Dalam tugas ini kami membahas pertama-tama tentang pemikiran-pemikiran John Locke dan David Dewey tentang manusia lalu dunia pendidikan dari pihak filsafati. Pemikiran John Locke dan Steve Dewey atas filsafat pendidikan berangkat dri pemikirannya tentang manusia. Sebab itu sebelum membahas mengenai pandangan mereka tentang kemampuan terlebih dahulu kami menguraikan sedikit atas manusia sebagai bagian untuk pokok pemikirannya tentang filsafat pendidikan.

Beralaskan pandangan mereka kami dicoba melihat relevansinya bagi peranan guru dalam proses mengajar dan peranan siswa pada proses belajar.

I. Filsafat Pendidikan Menurut John Locke dan John Dewey

1 . John Locke

1 . 1 ) Pokok Akal Filosofis John Locke

Pemikiran filosofis Steve Lucke menampilkan perhatiannya yang begitu besar bagi kondisi natural alam dan orang. Maksudnya David Lucke memunculkan sistem pemikiran filosofis yang berbasis dalam kondisi natural. Pemikiran Lucke tentang alam dan orang ditempatkannya di dalam konteks pengalaman sebagai dasar dari eksploitasi hidup orang.

Locke mengaskan bahwa tidak ada realitas lain yang lebih tinggi dari pada dunia empiris. Dunia itu berisi kualitas-kualitas primer yang menjadi dasar dan pembentuk manusia. Tanpa sustratum material yang ada di dalam alam, manusia tak meraih membayangkan hadirnya kualitas-kualitas sekunder yang ditangkap oleh pancaindra dan yang direfleksikan dengan akal budi. Tak wujud realitas lain yang lebih tinggi dri pada lingkungan indrawi. Sesuatu ini bertanda, alam akhirnya menjadi sumber pengalaman dan pengetahuan manusia. Semua pengetahuan orang dapat tergantung pada penglihatan aktualnya serta pengalaman indrawinya dengan obyek-obyek material. Pada kontak tersebut, pancaindra menangkap obyek-obyek itu, dan dengan bantuan nalar budinya, obyek-obyek itu dianalisa dan direfleksikan. Oleh sebab itu, bagi John Locke sendiri, menolak adanya faktifisasi obyek meterial, identik dengan menyangkan eksistensi pengetahuan.

Pandangan Locke tentang manusia berangkat dari penolakannya terhadap teori innatisme[1] yang mengakui hadirnya ide-ide bawaan dari sendiri manusia. Ia berpendapat bahwa manusia gak dapat menghasilkan pengetahuannya untuk dirinya sendiri.[2] Ketika lahir, manusia bagaikan kertas putih yang anyar dan kaga terisi. Di dalam dirinya tidak ada gagasan yang diwariskan oleh Allah, tak wujud ide atas kebenaran meaningful dan kebaikan,[3] bahkan kecenderungan atau kebiasaan-kebiasaan bawaan. Akal budi tena kosong. Tetapi dalam situasi yang hampa itu, orang sadar bahwa ia tidak bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi eksistensinya. Dalam pekerjaan untuk mewujudkan eksistensinya ini, manusia memulai membangun kontak dengan kawasan sekitarnya serta membentuk di dalam dirinya pengalaman-pengalaman akan setiap obyek yang dihadapinya. Konsekuensinya, akal budi manusia memulai terisi lalu ia menjadi person yang rasional.

Penolakan Locke atas ide bawaan mendukung pekerjaan individu di dalam kebutuhannya untuk mendapatkan pendidikan dari pengalaman.[4] Menurutnya, seorang dapat menjadi budak / bebas ditentukan oleh hak-hak kodrati seolah-olah hak hidup, kebebasan serta hak milik.[5] Dengan demikian, Locke menampilkan karakter dasar manusia sebagai makhluk rasional dan moral.[6] Menurut Locke, secara kodrati manusia tersebut baik kemudian tanpa cela. Dalam hal alamiahnya tersebut, ia menjadi person yang bebas untuk menentukan dirinya dan menggunakan hak miliknya tanpa tergantung pada kehendak orang yang lain.[7] Namun di dalam kebebasannya ini, manusia harus tinggal dan membentuk 1 masyarakat politis, di mana seluruh anggotanya memiliki hak dan kebebasan yang sama. Serentak pun ia tahu bahwa semua manusia persis. Dalam kebersamaan tersebut, mereka mempercayakan kekuasaan kepada penguasa dengan syarat bahwa hak-hak kodrati tersebut dihormati oleh penguasa-penguasa ini[8] dengan manfaat untuk mencapai kebahagiaan hidup.

1 . 2 . Pandangan David Locke Atas Pendidikan

A. Tujuan...



Related

Category

News